Kalsel Siap Wujudkan Perluasan Tanam 16.040 Hektare Dorong Produksi Padi dan Ketahanan Pangan
BANJARBARU (brmp kalsel) --- Kalimantan Selatan terus mempercepat peningkatan produksi padi melalui program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) dengan target perluasan tanam seluas 16.040 hektare, sebagai bagian dari program nasional perluasan tanam satu juta hektare Kementerian Pertanian.
Komitmen tersebut diperkuat melalui Sosialisasi Perluasan Tanam PM-AAS di Banjarbaru, Rabu (08/07/2026), yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan pemangku kepentingan untuk menyamakan langkah pelaksanaan di lapangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ir. Syamsir Rahman, M.S., menegaskan bahwa keberhasilan PM-AAS membutuhkan kolaborasi, integritas, serta mitigasi risiko yang baik. Sementara itu, Plt. Kepala BRMP Kalimantan Selatan, Dr. Wahida Annisa Yusuf, M.Sc., menjelaskan bahwa PM-AAS menerapkan metode tanam benih langsung menggunakan drum seeder yang didukung bantuan benih unggul, alat dan mesin pertanian (Alsintan), serta prasarana dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Kepala BPSB-TPH Provinsi Kalimantan Selatan, Zainul Arifin, S.P menyatakan kesiapan menyediakan benih bermutu sesuai kebutuhan petani. Senada, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Kuala, Dr. Wahyu Wiguna, menekankan pentingnya kesiapan petani, pendampingan penyuluh, pengelolaan tata air, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman sebagai kunci keberhasilan program.
Melalui sosialisasi ini, disepakati langkah-langkah percepatan pelaksanaan PM-AAS, mulai dari penetapan hamparan potensial, kesiapan benih dan irigasi, hingga pengembangan lokasi percontohan yang mengadopsi praktik baik dari Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tabalong. Langkah tersebut menjadi modal penting bagi Kalimantan Selatan untuk merealisasikan target perluasan tanam seluas 2.198 hektare, sekaligus meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung swasembada pangan nasional.